Anggi's Page シ

Sabtu, 27 Agustus 2011

SEJARAH ( Dukungan Spontan dan Tindakan Heroik di Berbagai Daerah terhadap Pembentukan Negara dan Pemerintah Republik Indonesia )

            Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang diumumkan pada tanggal 17 Agustus 1945 merupakan perwujudtan niat dan tekad rakyat Indonesia untuk merdeka melepaskan diri dari penjajahan. Proklamasi Kemerdekaan, menimbulkan tanggapan dari rakyat Indonesia berupa gerakan spontan rakyat Indonesia yang mendukung Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Rakyat Indonesia berupaya menegakkan kedaulatan Indonesia yang baru saja merdeka.
            Dukunagn spontan tersebut bertujuan untuk mengusahakan secepat mungkin tegaknya kekuasaan Republik Indonesia baik ditingkat pusat maupun di daerah sehingga rakyat Indonesia berani menghadapi baik dengan pasukan Sekutu maupun Jepang yang masih berada di Indonesia. Wujud dukungan spontan rakyat Indonesia, sebagai berikut :
1.      Rapat Raksasa di Lapangan Ikada
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 memunculkan permasalahan baru. Belanda sangat menampakan ketidak setujuannya atas kemerdekaan Indonesia. Belanda menunjukan keinginannya untuk berkuasa kembali atas wilayah anah air Indonesia. Dipihak lain sekutu yang semula hanya berkepentingan dengan Jepang justru mendukung keinginan Belanda. Pemerintah Jepang sendiri, tanggal 10 September 1945 telah mengumumkan akan menyerahkan Indonesia pada Sekutu.
Menghadapi kenyataan tersebut para pemuda yang tergabung dalam komite Van Acctie Menteng 31 berperan sebagai pelopor gerakan pemuda di Jakarta. Memunculkan gagasan untuk mengerahkan massa dalam suatu rapat raksasa di Lapangan Ikada dan rakyat siap mendengarkan pidato para pemimpin bangsa Indonesia. Suasana di Lapangan Ikada menjadi tegang setelah pasukan Jepang datang dan mengepung lengkap dengan senjatanya sehingga sewaktu - waktu dapat terjadi bentrokan dan pertumpahan darah.
Dalam rapat Presiden Soekarno mengemukakan pidatonya dengan inti :
a.       Meminta dukungan dan kepercayaan rakyat terhadap pemerintah Republik Indonesia.
b.      Menuntut rakyat untuk mematuhi kebijakan - kebijakan pemerintah dengan disiplin.
c.       Memerintahkan rakyat untuk bubar meninggalkan lapangan dengan tenang.
Perintah yang dikeluarkan Presiden Soekarno dipatuhi sehingga rapat raksasa
diLapangan Ikada berakhir dengan aman dan tertib.
            Makna yang sangat besar pada Rapat raksasa di Lapangan Ikada :
a.       Rapat berahasil mempertemukan pemerintah RI dengan rakyat.
b.      Rapat merupakan perwujudtan kewibawaan pemerintah RI di hadapan rakyat.
c.       Rapat berhasil menggugah kepercayaan rakyat akan kekuatan bangsa Indonesia sendiri.
2.      Pernyataan Sri Sultan Hamengkubuwono IX
Pada masa penjajahan Hindia-Belanda, Kesultanan Yogyakarta merupakan salah satu pecahan dari Kerajaan Mataram akibat perjanjian Giyanti tahun 1755 dan Perjanjian Salatiga tahun 1757. Sekitar tahun 1945 Kesultanan Yogyakarta berada di bawah pimpinan Sultan Hamengkubowono IX.
Ketika Proklamasi Kemerdekaan Indonesia mulai tersebar di penjuru tanah air, Sultan Hamengkubowono IX spontan menyatakan bahwa Yogyakarta tergabung dengan Republik Indonesia.
Tanggal 5 September 1945 Sultan Hamengkubowono IX mengeluarkan pernyataan sebagai bentuk dukungan terhadap Republik Indonesia, sebagai berikut :
a.       Negeri Yogyakarta Hadiningrat yang bersifat kerajaan adalah daerah istimewa bagian dari negara Republik Indonesia.
b.      Hubungan antara Yogyakarta dengan pemeritah pusat negara Indonesia bersifat langsung dan akan bertanggung jawab langsung kepada presiden Republik Indonesia.
c.       Sultan Hamengkubowono IX memerintahkan segenap penduduk Yogyakarta untuk mengindahkan amanat tersebut.
3.      Tindakan Heroik di Berbagai Daerah sebagai Bentuk Dukungan terhadap Negara dan Pemerintah RI.
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang dikumandangkan tanggal 17 Agustus 1945 mendapat dukungan dari rakyat Indonesia yang melahirkan keberanian untuk menegakkan kedaulatan Indonesia di wilayah masing – masing. Cara yang dilakukan, dengan melakukan tindakan – tindakan kepahlawanan ( heroik ) di berbagai tempat di Indonesia. Rakyat Indonesia segera merebut tempat – tempat strategis yang masih dikuasai oleh Jepang, berusaha melucuti senjata Jepang dengan tujuan :
a.       Mendapatkan senjata sebagai modal perjuangan selanjutnya.
b.      Mencegah agar senjata Jepang tidak jatuh ke tangan Sekutu/Belanda.
c.       Mencegah agar senjata Jepang tidak digunakan untuk membunuh rakyat.
Beberapa tindakan Heroik di Indonesia :
a.      Tindakan heroik di Yogyakarta
Tanggal 26 September 1945, sejak pukul 10 pagi semua pegawai instansi pemerintah dan perusahaan yang dikuasai Jepang melaksanakan aksi mogok. Memaksa agar orang – orang Jepang menyerahkan aset dan kantornya kepada orang Indonesia.
Tanggal 27 September 1945 Komite Nasional Indonesia Daerah Yogyakarta mengumumkan bahwa kekuasaan di daerah tersebut telah di tangan Pemerintah Republik Indonesia, hari itu diterbitkan surat kabar Kedaulatan Rakyat.
b.      Tindakan Heroik di Surabaya / Insiden Bendera
Tanggal 19 September 1945, orang orang Belanda mengibarkan bendera mereka di puncak Hotel Yamato sehingga memancing kemarahan para pemuda. Hotel tersebut diserbu para pemuda, setelah permintaan Residen Sudirman untuk menurunkan bendera ditolak. Bentrokan tak dapat dihindarkan. Beberapa orang pemuda berhasil memanjat atap hotel serta menurunkan bendera Belanda, merobek warna biru dan mengibarkan kembali bendera Merah Putih ke tempatnya semula.
c.       Tindakan Heroik di Semarang/Pertempuran 5 Hari di Semarang
Terjadi tanggal 15 -20 Oktober 1945. Pertempuran berawal dari adanya bentrokan antara polisi Indonesia dengan tentara Jepang dan adanya desas desus bahwa Jepang meracuni cadangan air minum di daerah Candi ( daerah Semarang bagian selatan ). Dr. Karyadi yang sedang memeriksa cadangan air minum tersebut ditembak oleh pasukan Jepang sehingga menimbulkan kemarahan rakyat. Terjadilah pertempuran selama 5 hari yang banyak menimbulkan korban. Untuk mengenang peristiwa tersebut dan mengenang keberanian para pemuda maka didirikan Monumen Tugu Muda.
d.      Tindakan Heroik di Makasar
Tanggal 19 Agustus 1945, rombongan Dr. Sam Ratulangi, Gubernur Sulawesi, mendarat di Sapinia, Bulukumba. Setelah sampai di Ujung Pandang, Gubernur segera membentuk pemerintahan daerah. Mr. Andi Zainal Abidin diangkat sebagai Sekretaris Daerah. Para pemuda mengorganisasi diri dan merencanakan merebut gedung – gedung vital seperti studio radio dan tangsi polisi. Kelompok pemuda terdiri dari kelompok Barisan Berani Mati (Bo-ei Taishin), bekas Kaigun Heiho dan pelajar SMP. Tanggal 28 Oktober 1945 mereka bergerak menuju sasaran. Akibat peristiwa tersebut pasukan Australia yang telah ada bergerak dan melucuti mereka. Sejak peristiwa tersebut gerakan pemuda dipindahkan dari Ujung Padang ke Polombangkeng.
e.       Tindakan Heroik di Bali
Para pemuda Bali membentuk berbagai organisasi pemuda, seperti AMI, Pemuda Republik Indonesia ( PRI ), pada akhir Agustus 1945. Mereka berusaha untuk menegakkan Republik Indonesia melalui perundingan tetapi mendapat hambatan dan pasukan Jepang. Tanggal 13 Desember 1945 dilakukan gerakan serentak untuk merebut kekuasaan dari tangan Jepang meskipun gagal.
f.       Tindakan Heroik di Banda Aceh
Sejak tanggal 6 Oktober 1945 para pemuda membentuk Angkatan Muda Indonesia ( API ) segera bergerak mengambil alih dan merebut kantor – kantor pemerintahan yang masih dikuasai oleh Jepang. Di tempat yang sudah berhasil direbut, dikibarkan bendera Merah Putih. Dibeberapa tempat mereka juga berhasil melucuti senjata Jepang.
g.      Tindakan Heroik di Bandung
Diawali dengan usaha para pemuda untuk merebut pangkalan Udara Andir dan pabrik senjata bekas ACW (Artillerie Constructie Winkel, sekarang Pindad). Berlangsung sampai pasukan Sekutu datang tanggal 17 Oktober 1945.
h.      Tindakan Heroik di Sumatra Selatan
Tanggal 8 Oktober 1945 Residen Sumatra Selatan Dr. A.K. Gani bersama seluruh pegawai Gunseibu dalam suatu upacara menaikan bendera Merah Putih. Diumumkan Juga bahwa seluruh Karisidenan Palembang hanya ada satu kekuasaan yakni kekuasaan Republik Indonesia. Perbutan kekuasaan di Palembang berlangsung tanpa insiden sebab orang-orang Jepang telah menghindar saat terjadi demonstrasi.
i.        Tindakan Heroik di Sulawesi Utara
Tanggal 14 Februari 1946, para pemuda Indonesia anggota KNIL tergabung dalam Pasuka Pemuda Indonesia (PPI) mengadakan gerakan Tangsi Putih dan Tangsi Hitam di Teling, Manado. Mereka membebaskan tawanan yang mendukung Republik Indonesia antara lain Taulu, Wuisan, Sumanti, G.A Maengkom, Kusno Dhanupojo, G.E. Duhan, juga menahan Komandan Garnisun Menado dan semua pasukan Belanda di Teling dan Penjara Manado. Diawali peristiwa tersebut para pemuda menguasai markas Belanda di Tomohon dan Tordano. Berita dan perebutan kekuasaan tersebut dikirim ke Pemerintah Pusat yang saat itu di Yogyakarta dan mengeluarkan maklumat no 1 yang ditandatangi oleh Ch.Ch.Taulu. Pemerintah sipil dibentuk tanggal 16 Februari 1946 sebagai rasiden dipilih B.W. Lapian.
j.        Tindakan Heroik di Pulau Sumbawa
Bulan Desember 1945, para pemuda berusaha merebut senjata dari pasukan Jepang sehingga terjadi bentrokan dengan tentara Jepang di daerah Gempe dan Sape.
k.      Tindakan Heroik di Kalimantan
Di beberapa kota Kalimantan mulai timbul gerakan yang mendukung proklamasi. Akibatnya tentara Australia yang sudah mendarat atas nama Sekutu mengeluarkan ultimatum melarang semua aktifitas politik seperti demonstrasi dan mengibarkan bendera Merah Putih, memakai lencana Merah Putih dan mengadakan rapat. Namun kaum nasionalis tetap melaksanakannya. Tanggal 14 November 1945, sejumlah tidak kurang 8000 orang berkumpul di depan komplek NICA sambil membawa bendera Merah Putih.
l.        Tindakan Heroik di Gorontalo
Tanggal 13 September 1945 di kota Gorontalo terjadi perebutan senjata terhadap markas - markas Jepang. Kedaulatan Republik Indonesia berhasil ditegakkan dan para pemimpin republik menolak ajakan untuk berunding dengan pasukan pendudukan Australia.
4.      Pembentukan Lembaga – lembaga Pemerintah di Daerah
Dalam naskah asli UUD 1945 pasal 18 disebutkan bahwa pembagian daerah Indonesia atas daerah besar dan kecil dengan bentuk susunan pemerintahannya ditetapkan dengan undang – undang dengan memandang dan mengingati dasar permusyawaratan dalam sistem pemerintahan negara dan hak – hak asal usul dalam daerah – daerah yang bersifat istimewa. Untuk itulah pemerintah RI berusaha membentuk dan menyempurnakan lembaga lembaga pemerintahan di daerah – daerah. Tindakan-tindakan yang dilakukan antara lain :
a.      Mengluarkan peraturan perundang undangan mengenai lembaga pemerintah daerah yang diinstruksikan presiden dan wakil presiden lewat radio.
b.      Soekarno, Hatta dan Syahrir dalam waktu-waktu tertentu berkeliling ke daerah-daerah untuk memasyarakatkan pembentukkan lembaga-lembaga pemerintah daerah.
Instruksi tersebut ditindaklanjuti Sultan Hamengkubowono IX dengan menyusun kembali struktur, fungsi, dan personalia pemerintahan daerah Yogyakarta yang lepas dari kontrol Jepang. Awal Desember 1945 dimulai pembenahan yang tersusun menjadi :
a.      Daerah Istimewa Yogyakarta
b.      Kabupaten
c.       Kapanewon
d.      Kelurahan
Sejak April 1946, lembaga eksekutif didampingi legislatif tersusun menjadi :
a.       Provinsi dikepalai Gubernur
b.      Kotamadya/Kabupaten dikepalai Walikota/Bupati
c.       Kecamatan dikepalai Camat
d.      Desa/Kelurahan dikepalai Kepala Desa/Lurah.


====================== TERIMAKASIH ======================

4 komentar: